54

Manfaat Website untuk Masyarakat, Katanya Bisa Memberantas Pengangguran!

Dimulai dari Facebook hingga Instagram, semuanya bisa disebut sebagai website. Hanya saja orang lebih cenderung berpikir bahwa sosmed itu berbeda dengan website.

Padahal, sosmed merupakan bagian daripada website, yakni sebuah alat modern yang membantu menghubungkan antara satu individu dengan individu lainnya.

Sudah banyak manfaat website yang diberikan kepada masyarakat, dan hampir mencakup segala macam bidang dan kegiatan yang sama halnya dilakukan secara fisik.

Entah itu hanya sekedar mengobrol, kongkow, mencari jodoh, mencari kerja, hingga transaksi ratusan juta rupiah, semuanya sudah bisa dilakukan melalui internet.

Zaman pun akhirnya berubah dan bergerak secara lebih cepat. Tak heran para pemilik bisnis dan profesional muda yang tak memiliki website bisa tergerus oleh persaingan.

Kedua kategori ini (perusahaan dan profesional) wajib mengutilisasi transisi semacam ini. Untungnya, kita bisa pesan website pada para ahlinya sehingga siapapun kamu dan darimanapun kamu berasal, memiliki website sudah bukan hal yang mustahil lagi untuk dilakukan.

Website Memberantas Pengangguran

Memang munculnya bisnis berbasis internet cenderung membuat pemilik bisnis mengurangi kebutuhan akan SDM karena menjadi serba otomatis.

Akan tetapi di saat yang bersamaan, orang-orang yang memiliki keahlian dan tak sempat duduk di bangku kuliah mampu diberikan kesempatan untuk menjadi seorang profesional di bidangnya masing-masing.

Bahkan sekarang mode kerja sudah beralih menjadi work from home, yang hanya menggunakan media online, salah satunya berupa website.

Tentunya ini sangat menarik dan cenderung lebih menguntungkan, karena tidak semua orang mampu membayar biaya kuliah, akan tetapi semua orang bisa belajar menguasai skill tertentu sekalipun itu sifatnya otodidak.

Jadi tak ada alasan berkata “susah cari pekerjaan”, karena selama kita mau belajar menguasai bidang tertentu, pekerjaan akan datang dengan sendirinya sekalipun tanpa ijazah.

Persaingan untuk “mencari biaya sekolah setengah mati” akan berubah menjadi “mencari ilmu skill tinggi-tinggi”.

Persaingan akan menjadi lebih sehat di dalam masyarakat dalam mencari pekerjaan. Kita tak akan bisa lagi membayar nilai kepada dosen atau melakukan nepotisme pada orang dalam perusahaan.

Dalam beberapa tahun ke depan, skill dan kemampuan akan menjadi salah satu hal yang akan ditilik oleh perusahaan karena HRD akan berhadapan langsung dengan kita melalui media online.